Tampilkan postingan dengan label Economic. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Economic. Tampilkan semua postingan

Kamis, 20 November 2014

Saham 20 November 2014

Saham 20 November 2014


JAKARTA— Indeks harga saham gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak pada kisaran 5.097-5.156.
Kepala Riset MNC Securities Edwin Sebayang memprediksi secara teknikal indeks masih akan menguat.
"Pola Three White Soldiers terbentuk atas IDX mengindikasikan Bullish Continuation," ujarnya dalam riset Kamis (20/11/2014).
Adapun sejumlah saham yang layak dibeli pada hari ini adalah:
  • WTON 1190-1250 (TP 2015F:1450) Pola Evening Doji Star terbentuk atas WTON mengindikasikan melambatnya aksi beli. BUY 1210
  • TLKM 2745-2795 (TP 2014F:2950) Pola Short White Candle terbentuk atas TLKM mengindikasikan Bullish Reversal. BUY 2770
  • JSMR 6825-7050 (TP 2014F:7175) Pola Four White Soldiers terbentuk atas JSMR mengindikasikan Bullish Continuation. BUY 6900
  • PTPP 2930-3075 (TP 2014F:3150) Pola Evening Doji Star terbentuk atas PTPP mengindikasikan melambatnya aksi beli. BUY 2965
  • KLBF 1740-1800 (TP 2014F:1925) Pola Four White Soldiers terbentuk atas KLBF mengindikasikan Bullish Continuation. BUY 1775
  • GGRM 62700-65250 (TP 2014F:67450) Pola Three White Soldiers terbentuk atas GGRM mengindikasikan Bullish Continuation. BUY 63675
  • INCO 3870-3980 (TP 2014F:4500) Pola Three White Soldiers terbentuk atas INCO mengindikasikan Bullish Continuation. BUY 3925
  • AALI 23625-24225 (TP 2014F:25000) Pola Three White Soldiers terbentuk atas AALI mengindikasikan Bullish Continuation. BUY 23950
  • CTRA 1170-1260 (TP 2014F:1350) Pola Three White Soldiers terbentuk atas CTRA mengindikasikan Bullish Continuation. BUY 1215
  • TBIG 9250-9600 (TP 2014F:10475) Pola Bullish Harami Cross terbentuk atas TBIG mengindikasikan Bullish Reversal. BUY 9375
  • ACES 780-840 (TP 2014F:980) Pola White Candle terbentuk atas ACES mengindikasikan Bullish Reversal. BUY 810
  • SMGR 15900-16200 (TP 2014F:18000) Pola Breakaway terbentuk atas SMGR mengindikasikan Bullish Reversal. BUY 16050
  • AKRA 4680-4765 (TP 2014F:5400) Pola Spinning Tops terbentuk atas AKRA mengindikasikan melambatnya aksi beli. BUY 4700.

Selasa, 18 November 2014

Harga Saham 18 November 2014

Harga Saham 18 November 2014



JAKARTA- Woori Korindo Securities Indonesia (WKSI) memperkirakan indeks harga saham gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini, Selasa (18/11/2014) berada pada rentang support 5.035-5.042, dan resisten 5.062-5.075.
Analis WKSI Reza Priyambada mengemukakan Inverted hammer bertahan di area middle bollinger band (MBB ). MACD bergerak datar dengan histogram negatif yang mendatar. RSI, Stochastic, dan William’s %R masih terbatas kenaikannya.
Laju IHSG, ujarnya, sempat melampaui di target resisten (5.055-5.072), meski berakhir di bawah target tersebut, dan sempat berada di kisaran target support (5.028-5.038).
"Laju IHSG terlihat masih galau untuk bergerak rebound, dan bertahan di zona positifnya. Apalagi sentimen dari global kurang mampu memberikan hawa positif pada IHSG. Laju IHSG pun diperkirakan kurang lebih tidak akan jauh berbeda, (karena) masih menyimpan potensi pelemahan. Tetap waspadai pembalikan arah," kataa Reza dalam risetnya..
WKSI mengemukakan ada 6 saham yang dapat dipertimbangkan pada perdagangan hari ini, yaitu:
  • ITMG. 17.700-18.550. Morning star di atas lower Bollinger band (LBB ). Stochastic mencoba berbalik arah seiring tersentuhnya target resisten 18.300. Maintained buy slm di atas 18.300
  • LPCK. 8.950-9.275. Tweezers bottom di bawah UBB. Volume beli masih naik diiringi peningkatan RoC. Trd buy slm di atas 9.075
  • PTPP. 2.850-3.010. Shooting star di area UBB. Parabollic SAR masih naik namun, target resisten 2.970 belum tercapai. Trd sell jika 2.895 gagal bertahan
  • PTBA. 11..900-12.425. Bullish harami di atas LBB. RSI mencoba berbalik arah diikuti peningkatan MFI. Maintained buy slm di atas 12.250
  • SSMS. 1.215-1.325. Separating lines dekati UBB. Target resisten 1.265 terlewati diiringi kenaikan momentum. Trd buy slm di atas 1.275
  • UNVR. 30.350-31.425. Bullish engulfing di atas MBB. RSI bergerak naik diikuti terlewatinya target resisten 31000. Trd buy slm di atas 31.000

Senin, 17 November 2014

Prediksi IHSG 17 November 2014



IHSG 17 November 2014





Indeks harga saham gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak pada kisaran 5.018 - 5.067.
Kepala Riset MNC Securities Edwin Sebayang memprediksi indeks mencoba menguat, meskipun secara umum investor masih menanti kepastian kenaikan BBM.
"Pola Four Price Doji terbentuk atas IDX mengindikasikan kondisi keeraguan total & ketidakspastian dipasar yang memunculkan. Potensi akan terkadinya pembalikan arah tren," ujarnya dalam riset Senin (17/11/2014).
Adapun sejumlah saham yang layak dibeli pada hari ini adalah:
  • WTON 1140-1210 (TP 2015F:1450) Pola Bullish Harami Cross terbentuk atas WTON mengindikasikan munculnya aksi beli. BUY 1165
  • SMGR 15650-16350 (TP 2014F:18000) Pola Five White Soldiers terbentuk atas SMGR mengindikasikan Bullish Continuation. BUY 15950
  • TLKM 2720-2795 (TP 2014F:2950) Pola Hammer terbentuk atas TLKM mengindikasikan Bullish Reversal. BUY 2735
  • BBRI 10950-11300 (TP 2014F:12500) Pola White Opening Marubozu terbentuk atas BBRI mengindikasikan Bullish Reversal. BUY 11050
  • MAPI 5350-5675 (New TP 2014F:6050) Pola Four White Soldiers terbentuk atas MAPI mengindikasikan Bullish Continuation. BUY 5475
  • JSMR 6450-6625 (TP 2014F:6675) Pola White Candle terbentuk atas JSMR mengindikasikan Bullish Reversal. BUY 6500
  • INTP 23800-24600 (TP 2014F:27050) Pola Four White Soldiers terbentuk atas INTP mengindikasikan Bullish Continuation. BUY 24175
  • PTPP 2800-3000 (New TP 2014F:3150) Pola Two White Soldiers terbentuk atas PTPP mengindikasikan Bullish Continuation. BUY 2860
  • UNTR 18750-19675 (TP 2014F 20350) Pola Two White Soldiers terbentuk atas UNTR mengindikasikan Bullish Continuation. BUY 19175
  • WIKA 2845-3000 (TP 2014F:3050) Pola White Opening Marubozu terbentuk atas WIKA mengindikasikan Bullish Reversal. BUY 2895
  • KLBF 1670-1720 (TP 2014F:1750) Pola White Marubozu terbentuk atas KLBF mengindikasikan Bullish Reversal. BOW 1690
  • AKRA 4660-4740 (New TP 2014F:5000) Pola Three White Soldiers terbentuk atas AKRA mengindikasikan Bullish Continuation. BUY 4680
  • BMRI 10350-10675 (TP 2014F:11275) Pola White Opening Marubozu terbentuk atas BMRI mengindikasikan Bullish Reversal. BUY 10475.

Minggu, 20 Oktober 2013

Saham Google Meroket

Nilai saham Google telah mencapai 1.000 dollar AS untuk pertama kalinya, atau naik 13,8 persen pada Jumat (18/10/2013), setelah perusahaan merilis laporan keuangan yang mendapatkan laba jauh lebih besar dari perkiraan. Ini merupakan rekor tertinggi nilai saham Google sepanjang sejarah perusahaan internet tersebut.

Saham Google pada Jumat ditutup di angka 1.011.4 dollar AS (sekitar Rp 11,4 juta) dan telah meningkat 42 persen sejak awal 2013.

Google mencatat kenaikan laba bersih sebesar 36 persen menjadi 2,97 miliar dollar AS (atau sekitar Rp 336 triliun) untuk periode bulan Juli sampai September 2013. Iklan mobile dan video Google mengalami peningkatan yang signifikan.

"Kami mendekati tujuan yang indah, sederhana, dan pengalaman intuitif," kata pendiri sekaligus CEO Google, Larry Page.

Pihak Google menjelaskan, iklan online yang dibayar berdasarkan klik merupakan bisnis yang laju pertumbuhannya paling tinggi dalam satu tahun terakhir. Dalam bisnis ini, pengiklan membayar ke Google jika konsumen mengklik iklan mereka di internet.

"Kami melihat pertumbuhan iklan berbayar berdasarkan klik menjadi solid dan permintaannya sangat baik, yang juga didorong oleh pergeseran tren komputasi ke ponsel pintar," ujar analis JP Morgan dalam sebuah catatan, seperti dikutip dari BBC.

Selain iklan, Google juga mengandalkan sistem operasi Android yang bisa diadopsi oleh berbagai produsen ponsel dan tablet. Aktivasi sistem operasi robot hijau ini diprediksi akan mencapai 1 miliar perangkat dalam waktu dekat.

Nilai pasar Google saat ini berkisar 334 miliar dollar AS. Angka tersebut masih jauh dibandingkan nilai pasar Apple yang mencapai 461 miliar dollar AS.

Google mulai menjual sahamnya di bursa pada Agustus 2004 dengan harga 85 dollar AS per lembar saham, dan kala itu nilai pasar Google masih sebesar 23 miliar dollar AS.

Selasa, 25 Januari 2011

Pemerintah Kembali Jual Surat Utang Rp 5,2 Triliun

Jakarta - Pemerintah kembali menggenjot pengumpulan dana lewat penerbitan surat utang untuk menutup defisit anggaran. Hari ini pemerintah menjual surat utang Rp 5,2 triliun, di atas target yang ditetapkan Rp 5 triliun.

Demikian isi pengumuman yang disampaikan oleh Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang yang dikutip, Selasa (25/1/2011).

"Lelang 4 seri surat utang negara dalam mata uang rupiah dilakukan pada 25 Januari 2011. Total penawaran mencapai Rp 17,655 triliun. Pemerintah menyerap Rp 5,2 triliun," demikian isi pengumuman tersebut.

Adapun hasil lelang 4 seri surat utang negara (SUN) tersebut adalah:

1. SPN20120126, penawaran yang masuk Rp 350 miliar. Tak ada yang dimenangkan pemerintah

2. 0FR0053, penawaran yang masuk Rp 3,663 triliun. Pemerintah menyerap Rp 850 miliar. Jatuh tempo 15 Juli 2021

3. FR0056, penawaran yang masuk Rp 5,663 triliun. Pemerintah menyerap Rp 100 miliar. Jatuh tempo 15 September 2026

4. FR0054, penawaran yang masuk Rp 8,024 triliun. Pemerintah menyerap Rp 4,25 triliun. Jatuh tempo 15 Juli 2031

Sabtu, 25 September 2010

Emas memasuki harga tertinggi

Harga emas akhirnya menjulang ke tingkat tertinggi. Di London, misalnya, harga logam mulia ini menyentuh angka di atas 1.300 dollar AS atau setara dengan Rp 11,6 juta per ons. "Ini untuk pertama kalinya harga di puncak tertinggi," tulis media massa seperti AP dan AFP, kemarin.

Kekhawatiran terhadap dampak krisis perekonomian dunia memang memicu kenaikan harga emas. Tak cuma itu, posisi lemah dollar AS terhadap euro juga membuat emas dihargai amat tinggi. Kini, dollar AS memang turun satu persen terhadap euro.

Sejenak menengok ke belakang, harga emas meningkat lima kali dalam sepuluh tahun terakhir. Pada 2000, misalnya, harga emas meningkat dari posisi 258 dollar AS atau sekitar Rp 2,3 juta per ons.

Ketimbang alat investasi lainnya, emas memang dianggap paling "aman" untuk penanaman modal. Ini yang membuat emas, kemudian, menjadi primadonna.

Pemicu kenaikan harga emas lainnya ternyata lebih teknis alasannya. Emas dihargai dengan menggunakan dollar AS. Lalu, setiap penurunan dollar AS membuat emas lebih murah jika pembeli menggunakan mata uang lain.

Laporan terakhir Dewan Emas Dunia tentang pasar emas, selanjutnya, memperkirakan permintaan yang tetap kuat dari pembeli perhiasaan di dua pasar yang paling cepat berkembang, India dan China. Kondisi ini akan membuat harga emas tetap tinggi.

Shougang dan satu investor China masuk Bumi

JAKARTA: Dua investor China, di belakang Credit Suisse, dan JP Morgan Chase Bank N.A akan ikut membeli saham baru PT Bumi Resources Tbk lewat penawaran umum terbatas (rights issue) tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) saham emiten batu bara tersebut.

Credit Suisse dan JP Morgan merupakan dua dari empat kreditor Bumi yang berpotensi ikut dalam right issue dengan HMETD tersebut.

Seperti disebutkan dalam prospektus yang dirilis Bumi 23 Juni, dua kreditor lainnya adalah Raiffeisen Zentralbank Osterreich AG dan China Investment Corporation (CIC), melalui anak usahanya Country Forest Limited.

"CIC dan Raiffeisen Zentralbank kemungkinan besar tidak berpartisipasi dalam transaksi tersebut. Ada dua investor dari China di belakang Credit Suisse, salah satunya Shougang International," seorang eksekutif yang mengetahui hal itu kepada Bisnis kemarin.

Shougang International mempunyai bisnis utama di bidang impor, ekspor, proyek kontaktor di luar negeri, logistik, dan mineral.

Dalam transaksi itu, Bumi akan menerbitkan 1,37 miliar saham atau 7,06% dari total saham dengan harga Rp2.366 per saham atau sekitar Rp3,31 triliun (US$361 juta) melalui non preemptive rights (penawaran umum terbatas tanpa HMETD).

"Bumi akan menjual 7,06% saham baru tanpa hak memesan efek terlebih dahulu. Transaksi itu akan diumumkan secara detail pada 3 Oktober dan didaftarkan pada 5 Oktober 2010," ujarnya.

Tri Polyta & Chandra Asri segera merger

JAKARTA: Produsen polipropilena resin terbesar di Indonesia milik konglomerat Prajogo Pangestu, PT Tri Polyta Indonesia Tbk (TPIA), dalam waktu dekat mengumumkan rencana penggabungan usaha (merger) dengan perusahaan afiliasinya PT Chandra Asri.

Seorang eksekutif yang mendengar informasi itu mengatakan selain untuk restrukturisasi internal, merger itu bertujuan untuk efisiensi biaya.

"Tri Polyta kemungkinan besar mengumumkan rencana merger dengan Chandra Asri pekan depan. Deutsche Bank dan DBS menjadi penasihat keuangan dalam merger tersebut" tutur eksekutif itu kepada Bisnis, kemarin sore.

Menurut dia, setelah merger tersebut, Tri Polyta akan menjadi perusahaan yang menerima hasil penggabungan Chandra Asri.

Tri Polyta dan Chandra Asri, penghasil etilena, propilena, dan polietilena, adalah dua perusahaan petrokimia yang dikendalikan oleh PT Barito Pacific Tbk (BRPT), dikendalikan oleh Prajogo Pangestu.

Sejak 5 Agustus 2008, Barito menguasai 77,93% saham Tri Polyta. Barito juga efektif menguasai 70% saham Chandra Asri pada 13 Desember 2007.

Kontribusi pendapatan dari bisnis petrokimia mencapai Rp14,27 triliun, atau 99% dari total pendapatan konsolidasi Barito sebesar Rp14,39 triliun pada tahun lalu.

Pencabutan Izin PT Synergy Asset Management

JAKARTA: Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) mencabut izin usaha manajer investasi PT Synergy Asset Management karena terbukti tidak memberikan informasi yang jelas kepada nasabahnya dan penempatan investasi yang tidak tepat.

"Mencabut izin usaha Synergy Asset Managemetn sebagai manajer investasi sebagaimana tertuang di dalam Keputusan Ketua Bapepam-LK No. Kep-01/BL/MI/2006 tanggal 15 Mei 2006," ujar Ketua Bapepam-LK Ahmad Fuad Rahmany dalam keputusan yang dipublikasikan di situs otoritas pasar modal hari ini.

Fuad menyebutkan manajer investasi itu telah terbukti tidak mengungkapkan informasi tentang kebijakan investasinya kepada investor tentang proyek yang sudah macet dan tentang benturan kepentingan dalam berinvestasi.

Kesalahan kebijakan investasi itu terjadi pada dua kontrak pengelolaan dana (KPD/disecretionary fund) yang bernama KPD SYAM Protected Fund IDR, SYAM Protected Fund USD. Perusahaan sebelumnya menanam dana dari dua produk investasi itu pada surat sanggup (promissory notes/PN) yang diterbitkan oleh induk usaha Synergy yaitu PT Synergy Pakaryan Utama.

Dana penerbitan salah satu jenis efek utang itu digunakan untuk membiayai anak perusahaan dan perusahaan terafiliasi Synergy Pakaryan, salah satunya untuk pembangunan perumahan di Subang, Garut, dan Soreang, yang akhirnya macet pelunasannya. Transaksi yang bersifat benturan kepentingan itu juga tidak pernah disampaikan secara terbuka kepada investor perusahaan.

Dana penerbitan PN oleh Synergy Pakaryan itu juga disalurkan untuk PT Synergy Capital Utama, PT First Asset Management, PTGriyatama Bumi Mandiri, PT Global Exposure, PT Codematel, PT Synergy Texindo Utama, PT Synergy Golf Australia, PT Bumicomm Primasurya Laksana, dan PT Tirtamukti.

Kesalahan lain yang disoroti otoritas pasar modal adalah tidak masuknya objek investasi pada PN tersebut ke dalam kebijakan investasi perusahaan menempatkan portofolio sebagai aset dasar (underlying asset).

Lalu, tenor investasi pada KPD itu berlaku dalam jangka pendek, tetapi proyek yang dibiayai produk itu merupakan jangka panjang, sehingga otoritas pasar modal menilai perusahaan melanggar peraturan Bapepam-LK No. V.G.1 tentang Perilaku yang Dilarang Bagi Manajer Investasi dan No.V.G.3 tentang Pedoman Pencatatan Dalam Rangka Pengambilan Keputusan oleh Manajer Investasi.

Perseroan juga dinilai tidak mengenal nasabah secara detail sehingga menyalahi Undang-undang No.8/1005 tentang Pasar Modal pasal 36 dan peraturan Bapepam-LK No.V.D.10 tentang Prinsip Mengenal Nasabah.

Synergy juga dinilai bersalah karena menyalurkan dana kepada Synergy Pakaryan untuk operasional induk usaha itu, termasuk untuk membayar gaji karyawan, pembelian gabah, melunasi bunga PN, dan membayar salah satu nasabah anak usahanya yang lain, First Asset Management.

Sebagai sanksi, Synergy juga diharuskan membubarkan seluruh KPD dan reksa dana yang dikelola perusahaan yaitu Reksa Dana Synergy Flexy, Reksa Dana Synergy Stabil, dan Reksa Dana Terproteksi Jiwasraya.

Kemungkinan Menggugat AQUA

JAKARTA: Badan Pengawas pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) mempersilahkan investor yang tidak puas dengan pemeriksaan otoritas pasar modal mengajukan gugatan hukum kepada PT Aqua Golden Mississippi Tbk, terkait dengan diberikannya pernyataan efektif go private.

"Silahkan saja kalau mereka ingin menuntut Aqua,"' ujar Kepala Biro Pemeriksaan dan Penyidikan Bapepam-LK Sarjito kepada pers hari ini. Sarjito merupakan pimpinan pemeriksaan yang dilakukan seiring dengan adanya tuntutan dari pemegang saham yang tidak setuju dengan aksi go private.

Dia mengatakan pemeriksaan yang dilakukan baru berakhir dan berujung pada pemberian pernyataan efektif bagi aksi korporasi yang akan menyingkirkan saham berkode AQUA itu dari papan pencatatan bursa. Pernyataan efektif mutlak dibutuhkan bagi setiap aksi korporasi untuk menggelar rapat umum pemegang saham (RUPS).

Selain persetujuan go private, dalam RUPS itu perseroan dan pemegang sahamnya juga menyepakati harga penawaran tender (tender offer) bagi pemegang saham minoritas perusahaan, yaitu sebesar 5,65%, pada level Rp500.000. Harga saham itu masih 104,24% lebih tinggi dibandingkan dengan harga saham Aqua saat ini sebesar Rp244.800 yang masih sama sejak tengah tahun lalu.

Proses penawaran tender itu sendiri akan dilakukan perseroan dari November hingga 15 Desember tahun ini. Hengkangnya saham bernilai selangit itu dari bursa sempat disusul naiknya saham produsen air minum dalam kemasan (AMDK) lain, yaitu PT Akasha Wira International Tbk, produsen air minum AdeS dan Nestle Pure Life.

Harga saham Akasha yang berkode ADES itu melonjak 91,13% sejak 20 September hingga hari ini di level Rp1.510 hingga dimasukkan ke dalam kategori pergerakan tidak biasa (unusual market activity/UMA) oleh PT Bursa Efek Indonesia.

Padahal, perseroan telah membeberkan rencananya untuk mengakuisisi sebuah produsen kosmetik rambut, PT Damai Sejahtera Mulia, senilai Rp45 miliar. Perseroan akan menggelar RUPS untuk meminta persetujuan sahamnya untuk mengakuisisi saham perusahaan kosmetik itu dalam waktu dekat.

'China bakal menjadi penguasa ekonomi dunia'

WASHINGTON: Mayoritas investor global memperkirakan China akan menjadi penguasa ekonomi dunia dalam dua dekade mendatang.

Juga ada keyakinan yang kuat bahwa China tidak akan memperkuat nilai tukarnya secara agresif pada akhir tahun ini. Kesimpulan itu diperoleh dari hasil polling kuartalan atas 1.408 investor, analis, dan pelaku pasar yang menjadi pelanggan Bloomberg.

Hasil survei itu juga menyebutkan sebanyak tujuh dari 10 responden memprediksi China akan merevaluasi yuan-dolar AS dengan persentase yang kecil, tidak lebih dari pergerakan pada 2005-2008 sebesar 20%.

Sebagian besar peserta survei juga berpendapat pertumbuhan ekonomi China akan membuka peluang pasar bagi produk negara lain. Namun, ada juga investor yang mengkhawatirkan lonjakan China akan menghantam pasar tenaga kerja. Bahkan, seperempat responden memperkitakan penguatan di Negeri Tirai Bambu itu mendorong harga minyak dan komoditas pertanian.

"Jika China menjadi ekonomi terbesar, harga komoditas akan melonjak karena negara ini butuh bahan mentah lebih besar untuk mendukung produksi, ditambah lagi populasinya memiliki pendapatan yang tinggi," kata Erik Bakker, manager aset OHV Asset Management di Belanda.

Lebih dari separuh responden Bloomberg Global Poll itu beranggapan prospek China bullish bagi investasi jangka panjang. Sebaliknya, sepertiga lainnya menganggap investasi bearish. Perbedaan makin terlihat atas pertanyaan bagaimana lonjakan di China akan berdampak ke makroekonomi negara lain.

Investor asal Eropa merupakan responden yang paling optimistis, dengan 60% peserta menilai bullish atas peluang investasi jangka panjang di China. Persentase itu lebih tinggi dari AS sebesar 53% dan 56% di Asia.

Sementara untuk yang berpendapat bearish, responden Eropa sebesar 28%, 36% di AS, dan 34% di Asia.

China mengambil alih posisi Jepang sebagai ekonomi terbesar kedua di negara pada kuartal II, juga peringkat kedua rekanan dagang AS. Bersama dengan Brasil, China berada di peringkat atas daftar negara yang memiliki daya tarik investasi paling atraktif. Sebanyak 33% investor menganggap negara ini adalah best opportunities tahun depan.(yn)

Jumat, 17 September 2010

Matahari akan Lepas Hypermart

JAKARTA - PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) bakal kembali melakukan aksi korporasi lagi. Setelah menjual kepemilikan sahamnya di PT Matahari Department Store Tbk (LPPF), perusahaan Grup Lippo ini bakal menjual aset Hypermart miliknya.

Sumber KONTAN membisikkan, saat ini manajemen MPPA masih melakukan review terhadap rencana penjualan asetnya ini. Tapi, "Penjualan aset Hypermart ini adalah salah satu bagian dari opsi yang lain," katanya tanpa mau disebutkan identitasnya.

Benjamin Mailool, Presiden Direktur MPPA mengatakan, penjualan aset ini belum tentu akan dilakukan. Yang pasti, MPPA sudah menunjuk Merryl Linch sebagai konsultan untuk melakukan strategis review terhadap bisnisnya. "Kami sudah tunjuk konsultan pada Juni lalu dan kajiannya akan selesai akhir September," katanya.

Menurut Benjamin, strategis review ini dilakukan untuk mencari pola pengembangan bisnis MPPA ke depannya. Dia juga bilang, bisa saja pengembangan dilakukan dengan cara penambahan gerai, akuisisi, atau merger.

Benjamin menambahkan, pihaknya juga tidak menutup kemungkinan untuk mengajak partner dalam pengembangan bisnis nantinya. Nah, kalau pencarian partner ini yang paling bagus, tentunya MPPA akan menjual sebagian sahamnya kepada sang mitra. "Semua akan sangat tergantung dari hasil kajiannya," imbuhnya.

Sayang, Benjamin enggan mengatakan jika hasil kajiannya memilih pencarian partner, apakah MPPA tetap akan menjadi pemegang saham mayoritas pada Hypertmart ini. "Ini bukan kewenangan manajemen, ini kewenangan pemegang saham, jadi saya tidak bisa berkomentar," paparnya.

Jika penjualan Hypermart ini dilakukan, maka MPPA hanya tinggal memiliki bisnis Matahari Food Businness (MFB) seperti Foodmart, Boston. Hal ini sangat ironis. Padahal, MPPA baru saja menjual LPPF. Penjualan saham ini pun sempat terganjal dari otoritas pasar modal.

BNI, BCA, & Mandiri Terancam Kena Sanksi BI

Jakarta–Sebanyak tiga bank besar di Indonesia terancam terkena hukuman denda dari Bank Indonesia (BI) terkait aturan baru yang mengharuskan tingkat Loan to Deposit Ratio (LDR) bank berada di kisaran 78%-100%.

Demikian hasil kajian yang dilakukan oleh lembaga pemeringkat Moody’s yang diterima detikFinance, Senin (13/9). “Dari 10 bank terbesar di Indonesia, pada Juni 2010 ada tiga bank yang tingkat LDR-nya berada di bawah 78% yaitu PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI), PT Bank Mandiri Tbk, dan PT Bank Central Asia Tbk (BCA),” demikian isi laporan tersebut.

Dari hasil kajian Moody’s, per Juni 2010 LDR BNI sebesar 68%, Bank Mandiri 66%, dan BCA sebesar 51%. “Tiga bank ini akan mendapat dampak negatif dari aturan tersebut, karena mereka harus lebih agresif mengucurkan kreditnya sehingga LDR naik. Atau mereka harus membayar denda karena LDR-nya di bawah ketentuan,” jelas laporan itu.

Seperti diketahui, tujuan BI membatasi LDR tersebut adalah untuk mendorong bank meningkatkan kreditnya, namun juga menjaga agar tingkat keuangan bank tetap prudent. Menurut penilaian Moody’s, aturan baru BI ini secara umum akan berdampak negatif terhadap perkembangan bisnis perbankan, dan akan menekan laba dan kualitas aset bank.

Seperti diketahui, jika bank di Indonesia tingkat LDR-nya berada di luar kisaran 78%-100%, maka BI akan mengenakan denda sebesar 0,1% dari jumlah simpanan nasabah di bank tersebut untuk tiap 1% kelebihan/kekurangan LDR yang dialami bank.

Berikut daftar tingkat LDR 10 bank terbesar di Indonesia per Juni 2010:

1. Bank Tabungan Negara memiliki LDR 116%

2. Bank Danamon memiliki LDR 98,8%

3. Bank Rakyat Indonesia (BRI) memiliki LDR 88,4%

4. Bank Permata memiliki LDR 87,8%

5. Bank Internasional Indonesia (BII) memiliki LDR 84,9%

6. Bank CIMB Niaga memiliki LDR 85,5%

7. Pan Indonesia Bank (Bank Panin) memiliki LDR 77%

8. Bank Negara Indonesia (BNI) memiliki LDR 68,2%

9. Bank Mandiri memiliki LDR 66,3%

10. Bank Central Asia (BCA) memiliki LDR 51,4%

Bakrie Life -- Deadline Oktober 2010

Jakarta–Komisi XI DPR memberikan tenggat waktu pemegang saham dan manajemen PT Asuransi Jiwa Bakrie (Bakrie Life) guna melunasi dana nasabah Diamond Investa sampai akhir Oktober 2010.

“Kami beri waktu sampai akhir bulan depan. Jika tidak ada progres kami akan panggil pihak bersangkutan,” ujar Wakil Ketua Komisi XI, Achsanul Qasasih di Jakarta, Kamis (16/9).

Achsanul mengatakan, pemegang saham dan manajemen Bakrie Life tidak bisa menganggap enteng kasus gagal bayar yang merugikan banyak nasabahnya. “Kita harus berikan ketegasan, karena asuransi seperti layaknya bank di mana kepercayaan masyarakat mahal harganya. Oleh sebab itu kasus gagal bayar ini dapat menganggu kepercayaan terhadap industri asuransi,” ungkapnya.

Achsanul melanjutkan pihaknya telah mendapat informasi pihak manajemen akan segera membayar sebagian cicilan dalam waktu dekat. Dengan demikian menurut politisi Partai Demokrat ini pemanggilan tidak perlu dilakukan.

Sebagai informasi, Bakrie Life mengalami gagal bayar produk asuransi berbasis investasi dengan nama Diamond Investa sebesar Rp 360 miliar. Sesuai SKB, manajemen Bakrie Life menawarkan skema pengembalian dana pokok sebesar 25% di 2010, 25% di 2011, dan sisanya 50% di 2012.

Emas Capai Rekor Baru

Jakarta–Harga emas menembus rekor tertinggi setelah muncul ketidakpastian stabilitas perekonomian dan sektor keuangan di AS. Kondisi itu mendorong investor mencari tempat aman untuk memarkir aset investasi mereka.

Pada perdagangan Kamis (16/9), harga emas dijual US$ 1.276,85 per ounce di pasar spot, naik dibandingkan Rabu (15/9) yang dijual US$ 1.265,65 per ounce. Jumat (17/9) ini, emas sempat menyentuh rekor di harga US$ 1.277,05 per ounce.

Harga perak juga naik seiring meningkatnya permintaan. Hari ini, harga perak di pasar spot dijual US$ 20,75 per ounce atau tertinggi sejak Maret 2008. “Semua pertahankan emasnya, semua ketakpastian dan ketakutan mendorong orang beralih ke emas,” ujar Analis Robin Bhar dikutip dari Reuters, Kamis (16/9).

Salah satu pemicu yang mendorong kenaikan harga emas ini adalah Federal Reserve akan memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi dan menambah kebijakan yang lebih lunak guna membawa lagi pertumbuhan ekonomi global ke jalurnya.

Selasa, 27 Juli 2010

LQ45 February --- July 2010

1.   AALI
2.   ADRO
3.   ANTM
4.   ASII
5.   BBCA
6.   BBNI
7.   BBRI
8.   BDMN
9.   BISI
10. BLTA
11. BMRI
12. BNBR
13. BRPT
14. BTEL
15. BUMI
16. DEWA
17. ELSA
18. ELTY
19. ENRG
20. GGRM
21. HEXA
22. INCO
23. INDF
24. INDY
25. INKP
26. INTP
27. ISAT
28. ITMG
29. JSMR
30. KLBF
31. LPKR
32. LSIP
33. MEDC
34. MIRA
35. PGAS
36. PTBA
37. SGRO
38. SMCB
39. SMGR
40. TINS
41. TLKM
42. TRUB
43. UNSP
44. UNTR
45. UNVR

Bullish VS Bearish

Istilah bullish dan bearish digunakan untuk menggambarkan kondisi pasar yang tengah bergairah atau sebaliknya sedang lesu. Ketika pasar sedang bullish, ada banyak kesempatan untuk investor. Tapi, ketika pasar bearish, investor harus hati-hati.




Anda mungkin sering mendengar analis bilang bahwa pasar saham sedang bullish atau sedang bearish. Apa, sih, maksudnya? Kondisi pasar disebut tengah berada dalam kondisi bullish jika harga-harga surat berharga atau efek meningkat, dan investor berharap harga-harganya akan meningkat lebih tinggi lagi. Istilah ini bisa diterapkan untuk semua instrumen yang diperdagangkan, seperti obligasi, mata uang, maupun komoditi. Tapi, yang paling umum, ia diterapkan di pasar saham.



Saat bullish, pasar umumnya dipenuhi optimisme dan investor juga sangat yakin. Tapi, tentu saja, pasar tidak akan selamanya bullish. Cepat atau lambat pasar akan akan mulai turun dan memasuki kondisi bearish. Ini adalah kondisi pasar pada saat harga-harga surat berharga merosot atau akan merosot. Meskipun angka penurunannya bisa bervariasi, jika indeks sudah turun sekitar 15%-20%, biasa analis mengatakan pasar sudah mulai memasuki masa bearish.



Namun, hampir tidak mungkin, kita bisa menebak dengan tepat kapan tren pergerakan pasar itu akan berubah dari bullish ke bearish atau sebaliknya. Salah satu sebabnya adalah faktor psikologi investor dan spekulasi kadang kala sangat mempengaruhi pergerakan pasar keuangan.

Pada titik ekstrem, pasar yang bullish akan mengarah ke harga-harga yang terlalu mahal atau bubble. Sementara, kondisi bearish akan mengarah ke kehancuran pasar atau crash.



Istilah "bull" dan "bear" diambil dari perilaku banteng dan beruang ketika menyerang lawannya. Seekor banteng akan mendongakkan tanduknya. Sementara, begitu menyerang, beruang akan mengayunkan cakarnya ke arah bawah.