Jumat, 16 Oktober 2015

7 Manfaat Tertawa

7 Manfaat Tertawa


Saat bahagia, seseorang akan tertawa. Sebaliknya, tertawa punya banyak manfaat termasuk membuat hidup terasa lebih bahagia.

Tertawa memiliki efek yang sangat luar biasa untuk kesehatan. Tertawa bikin lebih bersemangat menjalani hari, menenangkan fikiran dan mengangkat mood pada tingkat tertentu.

Semua senang dengan lawakan di kantor, atau komentar-komentar lucu dari anak-anak, atau sebuah kejadian yang tidak sengaja terjadi yang membuat tawa meledak. Apapun yang memberikan kesehatan mental dan emosi merupakah sesuatu yang sangat luar biasa, dan mungkin ada satu hal lagi yang belum disadari yakni manfaat tertawa untuk tubuh manusia.

Seperti dikutip dari Huffington Post, Kamis (15/10/2015), berikut adalah manfaat berbagai macam tawa bagi tubuh manusia.:

1. Kepala:

Mengurangi efek dari hormon stres, mengurangi tingkat stres dan kecemasan. Mengangkat mood.

2. Nafsu makan

Tertawa selama 10-15 menit bisa membakar 10-40 kalori. Memodulasi dan mengoptimalkan hormon nafsu makan (leptin dan ghrelin) untuk meningkatkan nafsu makan, sama seperti saat berolahraga.

3. Sistem imun

Meningkatkan produksi dari antibodi. Mengaktifkan sel protektif, termasuk T sel dan sel yang membunuh aktivitas kanker.

4. Kandung kemih

Tertawa memberi tekanan pada kandung kemih Anda. Bagi mereka yang merasakan stres, tertawa bisa menyebabkan kandung kemih robek.

5. Peredam rasa sakit

Tertawa dapat mengurangi rasa sakit, karena melepaskan sel endorfin atau hormon rasa senang.

6. Jantung

Mengurangi peradangan pada jantung, melindungi dari penyakit jantung seperti aritmia, hipertensi, dan risiko serangan jantung. Mengurangi jumlah kolestrol jahat dan meningkatkan kolestrol baik. Menurunkan tekanan darah tinggi.

7. Otot

Tertawa dapat membuat otot tubuh kita menjadi rileks, sehingga dapat beraktivitas dengan lebih ringan.

Senin, 12 Oktober 2015

Health

Waspadai Gejala Alzheimer


George Perry, PhD, dari University of Texas San Antonio mengungkapkan rata-rata gejala awal Alzheimer ini baru muncul ketika seseorang telah memasuki usia 70-an tahun. Sebagian kecil lainnya lebih beruntung, karena mereka sempat merasakan gejala dini.

Namun uniknya, gejala dini pada pasien Alzheimer tidak melulu ada hubungannya dengan kepikunan. Memangnya seperti apa gejala yang dimaksud? Berikut pemaparannya seperti dikutip dari Huffington Post, Senin (12/9/2015).

1. Melanggar hukum

Dr Perry mengatakan mencuri atau melakukan tindakan melanggar hukum lainnya biasanya diperlihatkan oleh mereka yang mengidap Frontotemperal Dementia (FTD), gangguan otak progresif yang umumnya menyerang mereka yang berumur 45-65 tahun.

Sebab yang diserang FTD di otak adalah fungsi eksekutif, atau kemampuan untuk membuat keputusan. Itulah mengapa pasien FTD seringkali kesulitan membedakan mana tindakan yang benar dan mana yang keliru



2. Sering terjatuh



Setelah mengamati frekuensi terjatuh pada 125 lansia selama 8 bulan, peneliti menemukan ada keterkaitan antara tingginya frekuensi terjatuh atau tersandung yang mereka alami dengan gejala dini Alzheimer.

Hal ini juga dibuktikan dari hasil scan otak mereka. Peneliti lantas menyimpulkan bahwa kebiasaan terjatuh atau tersandung dapat dijadikan indikator adanya gangguan kognitif.



3. Melupakan fungsi benda



Menurut Dr Perry, lupa menaruh sesuatu seperti kunci, dompet, atau jam tangan di tempat tertentu merupakan hal yang lumrah.

"Tapi kalau Anda sudah lupa apa fungsi dari kunci atau benda lain, atau di mana harus membuang sampah, bisa jadi Anda sedang memperlihatkan gejala Alzheimer ataupun demensia," katanya.



4. Makan dengan porsi besar



Dr Perry mengungkapkan mereka yang terindikasi Alzheimer cenderung makan lebih banyak (lebih dari 500 kalori perhari) ketimbang orang-orang sebayanya yang tidak berisiko mengalami hal serupa. Anehnya, bobot mereka juga tidak bertambah.
 
Selain itu, ada juga beberapa pasien yang justru mengonsumsi sesuatu yang bukan bahan makanan seperti kertas. Diduga karena serangan Alzheimer dan demensia, otak yang bersangkutan tak tahu harus berbuat apa untuk menanggapi sinyal lapar yang diterima.


Sains



Mealworm si Pemakan Plastik


Penelitian yang dilakukan oleh Wei-Min Wu dari Stanford University mengungkap bahwa mealworm atau ulat tepung memiliki kemampuan untuk mengurai plastik berbahan polistirena. Hasil riset yang diterbitkan menjadi dua makalah di jurnal Environmental Science and Technology itu berpotensi menyelesaikan masalah sampah plastik global.

Min Wu melakukan dua rangkaian penelitian. Dalam penelitian pertama, dia dan timnya memberikan 34-39 miligram styrofoam ke 100 ulat tepung. Styrofoam juga termasuk plastik, tersusun atas bahan polistirena. Dosis styrofoam untuk ulat tepung dapat disetarakan dengan dosis satu pil untuk manusia.

Ulat tepung mampu mengubah styrofoam menjadi karbon dioksida dan butiran-butiran materi yang bisa diuraikan. Saat melakukan tes kesehatan, Min Wu mengetahui bahwa ulat tepung yang memakan styrofoam sama sehatnya dengan ulat tepung yang makan biji-bijian.



Dalam studi kedua, Min Wu menggunakan mikroba dalam saluran pencernaan ulat tepung. Mikroba itulah yang membuat ulat tepung bisa menguraikan styrofoam. Dalam percobaan, mikroba diminta menguraikan polistirena. Walaupun kecepatan penguraiannya lebih lambat, mikroba itu tetap bisa melakukannya.

Craig Riddle dari Stanford University yang menjadi supervisor dalam penelitian mengatakan bahwa hasil riset ini sangat menarik. "Kadang sains mengejutkan kita. Ini adalah kejutan," katanya seperti dikutip situs Popular Science, Jumat (1/10/2015) waktu setempat.

Min Wu mengatakan, "Temuan kami membuka pintu untuk menyelesaikan masalah plastik global." Ke depan, ia akan mencoba mengidentifikasi mikroba yang bisa mengurai styrofoam, dan mencoba mencari organisme semacam ulat tepung di laut. Dengan demikian, masalah plastik yang terakumulasi di lautan bisa diatasi.

Jumat, 18 September 2015

Travelling

5 Komunitas Travel yang Menarik


Para traveler yang sedang move on cinta, biasanya merasa kesepian. Hati terasa gundah gulana. 5 Komunitas traveling berikut ini dapat menjadi obatnya. Mereka akan membawa Anda ke tempat-tempat keren dan seru!

Ada banyak komunitas traveling di Indonesia. Anggotanya pun tidaklah sedikit dan keuntungannya banyak. Bisa mencari aneka referensi tempat wisata sampai bertemu teman-teman baru. Untuk itu, yuk kamu yang sedang move on cinta coba bergabung dan ikuti rangkaian kegiatannya. Mari kita usir rasa kesepian!


Berikut Komunitas Traveling yang bisa jadi tujuan :


1. Backpacker Indonesia

Backpacker Indonesia, sesuai namanya merupakan forum seputar backpacking dan traveling. Di situs resminya, kamu bisa bertanya atau mengobrol sesama traveler lain mengenai destinasi wisata di seluruh Indonesia. Baik bertanya soal transportasi hingga tempat penginapan murah.

Anggotanya sudah sebanyak 63.153 Orang dari berbagai daerah di Indonesia. Dari sana, kamu akan mendapat banyak teman untuk perjalanan traveling kamu berikutnya.

Banyak teman, artinya banyak lagi pengalaman baru yang bisa kamu dapatkan. Termasuk mungkin, pengalaman mencintai seseorang yang baru bukan?

2. Komunitas Pendaki Gunung Indonesia (KPGI)

Komunitas Pendaki Gunung Indonesia (KPGI) adalah tempat ngumpulnya para pendaki gunung. Misinya yakni menyatukan mereka yang memang mencitai alam, petualangan dan mencintai Indonesia.

KPGI pun sering memberikan informasi mengenai informasi seputar jalur pendakian di seluruh gunung Indonesia. Mana gunung yang bulannya baik didaki, atau gunung yang sedang kurang baik didaki karena masalah cuaca.

Berteman dengan para anggotanya, pasti mengasyikan. Dengarkanlah pengalaman seru mereka saat mendaki gunung, yang mampu membuat kamu ingin naik gunung bareng. Malah, KPGI juga sering mengadakan open trip untuk pendakian.

Mereka para pendaki gunung, tentu bukan sembarang orang. Alam telah mengajarkan mereka bagaimana menjadi manusia yang baik dan benar. Berkumpul dengan mereka dijamin bisa mengusir kesepian kamu.

3. Komunitas Historia Indonesia (KHI)

Bagi traveler yang sedang move on, masa lalu tampaknya begitu menyedihkan. Tapi tidak jika kamu bergabung ke Komunitas Historia Indonesia (KHI), karena mereka akan mengajak kamu ke masa lalu yang mengasyikan.

Ada tiga hal yang dijanjikan oleh KHI yakni rekreatif, edukatif dan menghibur. Mereka mengemas bagaimana perjalanan ke museum atau tempat-tempat bersejarah menjadi begitu seru. Bukan cuma sekedar melihat atau foto-foto namun banyak pula kegiatan yang bisa bikin lupa waktu.

Di situs resminya, kamu bisa membaca aneka hal soal sejarah Indonesia, dari makanan sampai tokoh-tokoh yang inspiratif. KHI pun menggelar banyak agenda di tiap bulan, seperti penyelenggaraan festival budaya sampai pelesiran ke tempat-tempat yang menarik. Usir rasa kesepian kamu, mari bergabung dan ikut KHI. Belajar sejarah, sungguh tak pernah seasyik ini!

4. Komunitas Wisata Mistis

Komunitas yang satu ini, bukanlah komunitas wisata. Inilah Komunitas Wisata Mistis yang ada di Bandung yang akan mengajak kamu jalan-jalan ke tempat angker nan konon berhantu!

Komunitas Wisata Mistis merupakan tempat bertukar cerita atau pengalaman seram. Malah, tak jarang Komunitas Wisata Mistis menggelar ekspedisi ke tempat-tempat yang dianggap mistis.

Dalam tiap perjalanan, Komunitas Wisata Mistis melakukan perencanaan yang matang. Mereka kadang membiarkan beberapa anggotanya untuk uji nyali, tapi tetap diawasi dari jauh untuk berjaga-jaga. Terkadang, mereka juga mengajak orang pintar yang dapat membantu penelusuran.

Kalau lagu sendu tak bisa mengusir rasa kesepian kamu, cobalah kalau berani bergabung di Komunitas Wisata Mistis. Ternyata, ada yang lebih seram dari masa lalu, bukan?

5. Couchsurfing

Couchsurfing merupakan situs traveling global yang menawarkan penginapan gratis. Dalam jejaring Couchsurfing, setiap member boleh menginap di rumah member lainnya secara gratis.

Tiap member pun menawarkan bagaimana fasilitas di dalam rumah dan apa saja yang akan traveler dapatkan. Malah tak sedikit, mereka menawarkan menjadi jasa pemandu wisata kepada traveler.

Asal tahu saja, anggota coachsurfing jumlahnya sudah jutaan dan tersebar di berbagai negara. Termasuk di Indonesia, couchsurfing juga sudah ada di Jakarta atau Bali.

Kamu bisa bergabung dalam couchsurfing untuk memudahkan penginapan saat traveling nanti. Sekaligus berkenalan dengan teman baru, yang mungkin bisa mengusir rasa kesepian kamu.

Selasa, 15 September 2015

Gaya Olahraga dan Kalori

Optimalikasi Kalori yang Terbakar 
Melalui Gaya Olahraga


Merasa sudah sering bergerak, bahkan berolahraga, namun berat badan terus mentok di angka yang sama? Bisa jadi, masalahnya ada di “warisan nenek moyang”. Ya, inilah hasil studi baru yang diterbitkan dalam jurnal Current Biology. Dalam jurnal tersebut tertera, saat manusia ingin membakar kalori lebih banyak sehubungan dengan niat menurunkan berat badan, sayangnya sistem syaraf akan bekerja sebaliknya.

Artinya, saat tubuh memilih untuk bergerak, maka secara alami, sistem syaraf akan menuntun tubuh untuk melakukan dengan cara yang paling ekonomis. Menurut Max Dolan, profesor fisiologi biomedis dan kinesiologi dari Simon Fraser University di Kanada, sekaligus salah satu penulis jurnal tersebut, itu merupakan sifat manusia yang diwariskan oleh nenek moyang. Saat nenek moyang berburu, maka tubuh mereka secara otomatis akan menghemat energi untuk perburuan berikutnya.

“Jika sistem syaraf Anda bekerja melawan Anda, ia akan mencoba untuk menjaga kalori Anda terbakar serendah mungkin, dan itulah yang kami temukan,” lanjut Dolan.

Dalam prosesnya, studi ini melibatkan 9 orang. Beberapa di antaranya diberi sebuah alat pada kaki yang berfungsi menghambat mereka dalam berjalan. Kemudian, mereka diminta untuk berjalan di treadmillagar peneliti bisa menghitung jumlah kalori yang terbakar.

Hasilnya, tanpa sadar sistem syaraf akan menuntun manusia untuk melakukan gerakan yang paling nyaman, walau diberi sebuah alat penghambat sekalipun. Gerakan nyaman itulah yang membuat kalori terbakar hanya sedikit. Ini berlaku untuk beragam jenis gerakan, seperti berjalan, berlari, maupun berenang. Sehingga, ini menjadi berita yang baik untuk para atlet.

Namun, bukan berarti Anda kehilangan kesempatan untuk mengoptimalkan pembakaran kalori. Cukup hindari gerakan yang sama dalam waktu lama. Misalnya, saat berlari sejauh 1 kilometer, hindari untuk berada di kecepatan yang sama terus menerus. Itu akan membuat tubuh melakukan gerakan nyamannya, sehingga kalori yang terbakar menjadi sedikit.

Cara yang ampuh ialah mengombinasi kecepatan berlari. Jadi, kurangi dan naikkan kecepatan berlari Anda dalam beberapa menit sekali. Ini akan membuat tubuh menghindari gerakan nyaman terlalu lama. Sehingga kalori yang terbakar menjadi lebih banyak.

4 Mitos Tentang Kehamilan

4 Mitos Tentang Kehamilan

Bagi yang sudah tak sabar ingin menimang bayi, berbagai cara menuju kehamilan pasti akan dilakukan. Mulai dari mengikuti saran dokter yang ilmiah, saran-saran simpang siur yang cuma “katanya”, sampai resep hamil warisan turun-temurun. Beberapa ada yang benar, tapi banyak juga yang ternyata hanya mitos kehamilan belaka!

Mitos 1: Supaya hamil bayi kembar, makan singkong

Mitos kehamilan ini mulai muncul saat para peneliti berkunjung ke sebuah desa di Afrika bernama Igbo-Ora, salah satu daerah yang memiliki tingkat kelahiran kembar tertinggi di dunia. Hasil pengamatan menunjukkan, kesukaan masyarakat Igbo-Ora mengonsumsi singkong bisa jadi pendorong tingginya kemungkinan lahir kembar. Memang pernah ada satu penelitian yang mengaitkan singkong dengan kesuburan. Tetapi, karena ini hanya hasil penelitian seorang mahasiswa dari Yale University yang belum dibuktikan secara resmi, maka untuk sementara singkong harus masuk kategori mitos.

Mitos 2: Menenggak sirup obat batuk bantu Anda hamil

Mitos kehamilan ini sudah beredar luas sejak era ’80-an dan harus diakhiri sekarang. Teori di balik mitos ini ada hubungannya dengan salah satu bahan yang umum ditemukan dalam sirup obat batuk: guaifenesin. Dalam sebuah penelitian tahun 1982, obat batuk dianggap pendorong kesuburan yang potensial karena kemampuannya menipiskan lendir serviks, sehingga memudahkan perjalanan sperma bertemu sel telur.
Namun, mengingat tak pernah ada penelitian yang bisa membuktikan teori di atas, sebaiknya Anda tidak mengikuti saran tersebut. Faktanya, zat antihistamin dalam obat batuk justru memberi dampak buruk bagi kesuburan, bila dikonsumsi dalam dosis berlebihan.

Mitos 3: Adopsi bayi, “pemancing” kehamilan.

Saran ini, meski tak pernah ada bukti ilmiahnya, terus menyebar dari waktu ke waktu. Banyak calon ibu menjadikannya pedoman, karena melihat mitos kehamilan ini berhasil pada beberapa orang. Mengadopsi anak tentu adalah hal yang baik. Tetapi, anggapan adopsi sebagai “pemancing” sebaiknya dianggap sebagai sebuah kebetulan saja dan jangan dijadikan ekspektasi untuk bisa hamil.

Mitos 4: Pil KB bikin susah hamil

Faktanya, pil KB tidak pernah memengaruhi kesuburan Anda. Penelitian menunjukkan, saat Anda berhenti mengonsumsi pil KB, ovulasi akan segera terjadi selang waktu tiga bulan, atau mungkin lebih cepat lagi. Malahan, lebih lanjut dikatakan, pil KB bisa berperan sebagai pelindung rahim.
Pil KB mampu memperlambat atau bahkan mencegah timbulnya kista rahim dan endometriosis. Endometriosis adalah sebuah kondisi dimana jaringan rahim tumbuh di luar rahim, misalnya pada organ-organ lain seperti tuba falopi dan ovarium. Kista dan endometriosis ini dapat mengganggu ovulasi.

2016 dan 2017 bisa menjadi tahun Terpanas

2016 dan 2017 Bisa Menjadi Tahun Terpanas

Dua tahun mendatang bisa merupakan yang terpanas secara global, ungkap riset badan meteorologi Inggris.

Perubahan besar bisa jadi sedang berlangsung dalam sistem iklim kita, dengan emisi rumah kaca yang meningkatkan dampak dari kecenderungan-kecenderungan alam. 

Riset itu menunjukkan, El Nino terus bergerak di Pasifik, yang akan meningkatkan suhu dunia secara keseluruhan.

Namun, musim-musim panas di Eropa juga bisa lebih dingin saat bagian dunia lain justru lebih hangat.

Menurut para ilmuwan, suhu permukaan bumi tahun 2015 rata-rata mencatat pada atau mendekati rekor terpanas (0,68 derajat celsius di atas suhu rata-rata tahun 1961-1990).

Direktur Hadley Centre Dinas Meteorologi Inggris, Prof Stephen Belcher, mengatakan, "Dengan kemungkinan bahwa tahun depan suhu akan sama panasnya, jelaslah bahwa iklim kita akan terus berubah."

Sebelumnya, para ilmuwan mengungkapkan, bulan Juli 2015 mencatat rekor sebagai bulan terpanas.

Di Indonesia, berbagai faktor, khususnya El Nino, membuat musim kering tahun 2015 berlangsung lebih lama dari biasanya, bisa hingga Desember 2015, dan menjadi faktor pula yang memperparah kebakaran hutan.