Waspadai Gejala Alzheimer
George Perry, PhD, dari University of Texas San Antonio mengungkapkan
rata-rata gejala awal Alzheimer ini baru muncul ketika seseorang telah
memasuki usia 70-an tahun. Sebagian kecil lainnya lebih beruntung,
karena mereka sempat merasakan gejala dini.
Namun uniknya, gejala dini pada pasien Alzheimer tidak melulu ada hubungannya dengan kepikunan. Memangnya seperti apa gejala yang dimaksud? Berikut pemaparannya seperti dikutip dari Huffington Post, Senin (12/9/2015).
Namun uniknya, gejala dini pada pasien Alzheimer tidak melulu ada hubungannya dengan kepikunan. Memangnya seperti apa gejala yang dimaksud? Berikut pemaparannya seperti dikutip dari Huffington Post, Senin (12/9/2015).
1. Melanggar hukum
Dr Perry mengatakan mencuri atau melakukan tindakan melanggar
hukum lainnya biasanya diperlihatkan oleh mereka yang mengidap
Frontotemperal Dementia (FTD), gangguan otak progresif yang umumnya
menyerang mereka yang berumur 45-65 tahun.
Sebab yang diserang
FTD di otak adalah fungsi eksekutif, atau kemampuan untuk membuat
keputusan. Itulah mengapa pasien FTD seringkali kesulitan membedakan
mana tindakan yang benar dan mana yang keliru
2. Sering terjatuh
Setelah mengamati frekuensi terjatuh pada 125 lansia selama 8
bulan, peneliti menemukan ada keterkaitan antara tingginya frekuensi
terjatuh atau tersandung yang mereka alami dengan gejala dini Alzheimer.
Hal
ini juga dibuktikan dari hasil scan otak mereka. Peneliti lantas
menyimpulkan bahwa kebiasaan terjatuh atau tersandung dapat dijadikan
indikator adanya gangguan kognitif.
3. Melupakan fungsi benda
Menurut Dr Perry, lupa menaruh sesuatu seperti kunci, dompet, atau jam tangan di tempat tertentu merupakan hal yang lumrah.
"Tapi
kalau Anda sudah lupa apa fungsi dari kunci atau benda lain, atau di
mana harus membuang sampah, bisa jadi Anda sedang memperlihatkan gejala
Alzheimer ataupun demensia," katanya.
4. Makan dengan porsi besar
Dr Perry mengungkapkan mereka yang terindikasi Alzheimer cenderung
makan lebih banyak (lebih dari 500 kalori perhari) ketimbang
orang-orang sebayanya yang tidak berisiko mengalami hal serupa. Anehnya,
bobot mereka juga tidak bertambah.
Selain itu, ada juga
beberapa pasien yang justru mengonsumsi sesuatu yang bukan bahan makanan
seperti kertas. Diduga karena serangan Alzheimer dan demensia, otak
yang bersangkutan tak tahu harus berbuat apa untuk menanggapi sinyal
lapar yang diterima.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar