Senin, 12 Oktober 2015

Health

Waspadai Gejala Alzheimer


George Perry, PhD, dari University of Texas San Antonio mengungkapkan rata-rata gejala awal Alzheimer ini baru muncul ketika seseorang telah memasuki usia 70-an tahun. Sebagian kecil lainnya lebih beruntung, karena mereka sempat merasakan gejala dini.

Namun uniknya, gejala dini pada pasien Alzheimer tidak melulu ada hubungannya dengan kepikunan. Memangnya seperti apa gejala yang dimaksud? Berikut pemaparannya seperti dikutip dari Huffington Post, Senin (12/9/2015).

1. Melanggar hukum

Dr Perry mengatakan mencuri atau melakukan tindakan melanggar hukum lainnya biasanya diperlihatkan oleh mereka yang mengidap Frontotemperal Dementia (FTD), gangguan otak progresif yang umumnya menyerang mereka yang berumur 45-65 tahun.

Sebab yang diserang FTD di otak adalah fungsi eksekutif, atau kemampuan untuk membuat keputusan. Itulah mengapa pasien FTD seringkali kesulitan membedakan mana tindakan yang benar dan mana yang keliru



2. Sering terjatuh



Setelah mengamati frekuensi terjatuh pada 125 lansia selama 8 bulan, peneliti menemukan ada keterkaitan antara tingginya frekuensi terjatuh atau tersandung yang mereka alami dengan gejala dini Alzheimer.

Hal ini juga dibuktikan dari hasil scan otak mereka. Peneliti lantas menyimpulkan bahwa kebiasaan terjatuh atau tersandung dapat dijadikan indikator adanya gangguan kognitif.



3. Melupakan fungsi benda



Menurut Dr Perry, lupa menaruh sesuatu seperti kunci, dompet, atau jam tangan di tempat tertentu merupakan hal yang lumrah.

"Tapi kalau Anda sudah lupa apa fungsi dari kunci atau benda lain, atau di mana harus membuang sampah, bisa jadi Anda sedang memperlihatkan gejala Alzheimer ataupun demensia," katanya.



4. Makan dengan porsi besar



Dr Perry mengungkapkan mereka yang terindikasi Alzheimer cenderung makan lebih banyak (lebih dari 500 kalori perhari) ketimbang orang-orang sebayanya yang tidak berisiko mengalami hal serupa. Anehnya, bobot mereka juga tidak bertambah.
 
Selain itu, ada juga beberapa pasien yang justru mengonsumsi sesuatu yang bukan bahan makanan seperti kertas. Diduga karena serangan Alzheimer dan demensia, otak yang bersangkutan tak tahu harus berbuat apa untuk menanggapi sinyal lapar yang diterima.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar